Hallyu Wikihallyu.wiki
Bahasa Indonesia

Hangeul

Terakhir disunting: 2026-09-17 16:32 UTC Asli di WikipediaRiwayat

Bahasa lain: 한국어 · English · Español · Português · 日本語 · ไทย · Tiếng Việt

alfabet asli bahasa Korea

Hangeul/Josŏn-gŭl
한글 / 조선글
Hangul - Aegukga (South Korea) first stanza.svgM. Adiputra · CC BY-SA 3.0
Jenis aksara
Alfabet
BahasaKorea
Cia-Cia (tidak resmi[1])
PenciptaRaja Sejong yang Agung
Periode
1443 sampai sekarang
Arah penulisanKiri ke kanan (tradisional: atas ke bawah, dari kolom sebelah kanan)
ISO 15924
ISO 15924Hang, 286 , ​Hangul (Hangŭl, Hangeul)
Pengkodean Unicode
Nama Unicode
Hangul
Rentang Unicode
U+AC00–U+D7AF,
U+1100–U+11FF,
U+3130–U+318F,
U+3200–U+32FF,
U+A960–U+A97F,
U+D7B0–U+D7FF,
U+FF00–U+FFEF
Hangeul
Hangeul.svgDarkEvil · Public domain
Kata "Hangeul" ditulis dalam alfabet Hangeul.
Hangeul한글 (di Korea Selatan)
조선글 (di Korea Utara)
Alih Aksara yang DisempurnakanHangeul (di Korea Selatan)
Joseongeul (di Korea Utara)
McCune–ReischauerHan-gŭl (di Korea Selatan
Josŏn-gŭl (di Korea Utara)

Hangeul (한글; dibaca ha(ː)n.ɡɯɭ ( dengarkan)), atau Joseongeul/Josŏn-gŭl di Korea Utara (조선글; dibaca tsʰo.sʰɔn.ɡɯɭ) adalah alfabet yang digunakan untuk menulis bahasa Korea.[2] Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397-1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Joseon. Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan ideografik (tulisan dalam bentuk 'simbol' seperti aksara Tionghoa), Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet, karena setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda. Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf (jamo)— 14 huruf mati (konsonan) dan 10 huruf hidup (vokal). Sebenarnya Hangeul masih mempunyai 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal, tetapi dihilangkan. Selain untuk menuliskan bahasa Korea, Hangeul juga dipakai untuk Bahasa Cia-Cia, di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Setiap tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul.

1. Sejarah

Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung. Selanjutnya, pada tahun 1446, Hangeul ditampilkan dalam bentuk terpublikasi beserta pedoman penjelasan rinci. Sejong menamakan alfabet tersebut Hunminjeongeum ("Suara yang tepat untuk diajarkan kepada rakyat"). Alfabet ini sekarang dinamakan Hangeul yang bermakna "Alfabet Han" atau "Alfabet Agung". Meskipun dianjurkan oleh raja, tidak banyak sarjana Joseon yang mau menulis dengan Hangeul.[3] Para sarjana menganggap bahwa Hangeul adalah alfabet untuk wanita (eon-mun) karena sangat mudah untuk dipelajari.[3] Para sarjana dan bangsawan yang kebanyakan kaum pria masih menggunakan hanja.[3] Sastrawan wanita yang dikenal akan karya-karya dalam Hangeul antara lain Shin Saimdang (1504-51), Heo Nanseolheon (1563-89) dan Myeongseong(1851-95).[3]

2. Keunggulan

Dari 6000 buah bahasa yang dituturkan di dunia saat ini, hanya 100 bahasa yang memiliki aksara mereka sendiri, salah satunya adalah Bahasa Korea yang menggunakan sistem penulisan Hangeul. Hangeul adalah satu-satunya aksara yang diciptakan oleh seorang individu berdasarkan teori dan maksud yang telah direncanakan dengan baik.

Dibanding aksara bangsa lain, Hangeul tidak didasarkan pada suatu bahasa tulis atau meniru aksara lain, tetapi unik khas Korea. Lebih lagi, Hangeul merupakan sistem penulisan yang bersifat ilmiah, didasarkan pada pengetahuan kebahasaan yang mendalam dan asas-asas filosofis sehingga membuatnya praktis, mudah dipelajari, dan elok rupanya.

3. Asas-asas Hangeul

Dalam sebagian besar sejarahnya, rakyat Korea menulis dengan aksara Tionghoa (Hanja). Karena bahasa tutur kedua bangsa ini berasal dari keluarga yang berbeda, bahasa Korea tidak bisa secara tepat diungkapkan dalam aksara Tionghoa. Dalam bahasa Tionghoa, kalimat ditandai dengan partikel, sementara dalam bahasa Korea, akhiran digunakan untuk menambah atau memodifikasi makna. Walau tidak nyaman, kaum bangsawan Korea (yangban) tetap mendukung penggunaan hanja secara teguh.

Raja Sejong adalah seorang pemimpin sekaligus ilmuwan, dan pelopor budaya. Melalui upaya keras bertahun-tahun, ia meneliti unit dasar Bahasa Korea menggunakan kemampuannya sendiri tentang kebahasaan dan akhirnya berhasil menuangkannya dalam bentuk aksara, Hunminjeongeum.

Tulisan di Sejong Sillok, volume Joseon Wangjo Sillok (Babad Joseon) tanggal 30 Desember tahun ke-25 masa Sejong bertakhta, berbunyi:

Bulan ini, Raja telah menciptakan 28 aksara Onmun (aksara tutur) secara pribadi...Walau sederhana dan ringkas, aksara ini mampu menghasilkan variasi-variasi tak terhingga dan dinamakan Hunmin Jeongeum.

Berdasarkan "Penjelasan dan Contoh-contoh Hunmin Jeongeum" (1446): lambang konsonan dasar terbentuk secara sistematis berdasarkan organ mulut manusia saat mengucapkan beberapa jenis suara, sementara konsonan lain dibentuk dengan menambahkan guratan ke 5 bentuk dasar.

4. Papan ketik

KB Dubeolsik Phonetic.svg
Dubeolsik PhoneticForescon · CC0

Dengan keyboard Dubeolsik Phonetic, Anda dapat mengetik Hangul secara fonetik, seperti keyboard QWERTY. Di Android, keyboard ini dapat diinstal bersama dengan Heliboard, Florisboard, atau FUTO.

Berita terkait

PemerintahMinistry of Culture, Sports and Tourism (press release)

2026 Hangeul development honors go to eight people and two groups

The ministry will honor eight individuals and two organizations for advancing Hangeul and the Korean language. The late Seok Geum-ho, founder of font company Sandoll, who developed about 1,000 Korean typefaces over 40 years, receives the Silver Crown Order of Cultural Merit posthumously. The ceremony is on Oct. 9 at Sejong Center.

Lihat sumber asli ↗HangeulBahasa KoreaRingkasan AI · periksa sumbernya

Catatan

  1. ↑
  2. ↑
  3. ↑

Artikel terkait

Artikel ini didasarkan pada artikel Wikipedia «Hangeul» dengan lisensi CC BY-SA 4.0. Daftar kontributor ada di riwayat suntingan. Kredit gambar tercantum di bawah setiap gambar.