Hallyu Wikihallyu.wiki
Bahasa Indonesia
Kategori: Drama

Descendants of the Sun

Terakhir disunting: 2026-09-12 08:09 UTC Asli di WikipediaRiwayat

Bahasa lain: 한국어 · English · Español · Português · 日本語 · ไทย · Tiếng Việt

seri televisi Korea Selatan

Descendants of the Sun
Poster promosi
Hangul
^태양의 후예
Hanja
太陽의 後裔
Genre
Ditulis oleh
Sutradara
Pemeran
Penata musik
  • Song Dong-woon
  • Gaemi
Negara asalKorea Selatan
Bahasa asliKorea
Jml episode16 + 3 (spesial)
Produksi
Produser eksekutif
  • Bae Kyung-soo (Kepala produser)
  • Kim Woo-taek
  • Seo Woo-shik
  • Jang Kyung-ik
Produser
  • Ham Young-hoon
  • Yoo Jong-sun
  • Park Woo-ram
Lokasi produksi
  • Korea Selatan
  • Yunani
Durasi60 menit
Rumah produksi
Anggaran13 miliar won
Rilis asli
JaringanKBS2
Rilis24 Februari (2016-02-24) –
22 April 2016 (2016-4-22)

Descendants of the Sun (Hangul: 태양의 후예) adalah seri televisi Korea Selatan tahun 2016 yang dibintangi oleh Song Joong-ki, Song Hye-kyo, Jin Goo, dan Kim Ji-won. Ditulis oleh Kim Eun-sook dan Kim Won-seok, seri ini menceritakan dinamika hubungan antara Yoo Shi-jin, seorang kapten di pasukan khusus Angkatan Darat Korea Selatan, dan Kang Mo-yeon, seorang dokter bedah. Perbedaan pandangan hidup dan tanggung jawab tugas sempat memisahkan mereka, tetapi keduanya kembali dipertemukan di sebuah negara fiktif yang dilanda bencana untuk memimpin misi kemanusiaan. Alur cerita sampingan mengeksplorasi romansa terlarang antara Seo Dae-young, seorang sersan mayor, dan Yoon Myung-joo, seorang dokter tentara.

Pengembangan seri ini dimulai pada tahun 2011, ketika naskah karya Kim Eun-sook diadaptasi dari manuskrip asli karya Kim Won-seok yang berjudul Doctors Without Borders. Tahap praproduksi melibatkan pencarian lokasi dan lebih dari 350 kru. Disutradarai oleh Lee Eung-bok dan Baek Sang-hoon, proses syuting berlangsung di Korea Selatan dan Yunani dengan anggaran sebesar 13 miliar won. Seri ini menerapkan sistem praproduksi penuh sebelum penayangan, sebuah peralihan dari metode syuting kejar tayang yang lazim digunakan industri televisi Korea saat itu. Soundtrack orisinalnya dikomposisi oleh Song Dong-woon dan Gaemi. Terdiri dari 16 episode utama dan tiga episode spesial, seri ini ditayangkan di KBS mulai 24 Februari hingga 22 April 2016. Seri ini juga menjadi drama Korea pertama yang disiarkan serentak di Tiongkok melalui iQIYI dan diekspor ke 32 negara.

Seri ini menerima ulasan positif atas akting para pemeran dan dialognya, kendati beberapa kritikus mengkritisi kelogisan alur cerita serta penempatan produk yang dinilai berlebihan. Secara komersial, seri ini mendulang kesuksesan besar dan menjadi miniseri pertama di Korea Selatan yang menembus angka kepemirsaan 30% sejak 2012. Sebagai representasi beragam tema kebudayaan Korea sekaligus katalis utama penyebaran Gelombang Korea, Descendants of the Sun menghasilkan dampak ekonomi masif yang diperkirakan mencapai 3 triliun won melalui penguatan jenama nasional, lonjakan ekspor, penjualan produk dagang, serta pertumbuhan sektor pariwisata. Seri ini dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Grand Prize kategori televisi pada Penghargaan Seni Baeksang ke-52 dan Drama Terbaik pada Penghargaan Drama Korea ke-9. Adaptasi lokalnya turut diproduksi di Filipina dan Vietnam.

1. Pemeran

1.1. Utama

Keempat pemeran utama Descendants of the Sun. Searah jarum jam dari kiri atas: Song Joong-ki sebagai Yoo Shi-jin, Song Hye-kyo sebagai Kang Mo-yeon, Kim Ji-won sebagai Yoon Myung-joo, dan Jin Goo sebagai Seo Dae-young.
Seorang kapten di Grup Misi Khusus ke-707, pemimpin Tim Alpha, dan anggota Satuan Taebaek.[11][12] Shi-jin digambarkan sebagai prajurit elit di Angkatan Darat Republik Korea,[13][14] dengan karakter yang mencerminkan keberanian, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab seorang abdi negara.[15][16] Ia jatuh cinta kepada Kang Mo-yeon pada pandangan pertama; hubungan mereka menjadi rumit akibat tugas militernya yang berbahaya serta komitmen Mo-yeon dalam menyelamatkan nyawa. Di balik sikap profesionalnya, Shi-jin memiliki pembawaan yang jenaka.[17] Di wilayah fiktif Uruk tempat para tokoh menghadapi berbagai krisis kemanusiaan, ia menunjukkan kesetiaan dan nilai humanisme, menjadikannya representasi tentara modern yang dijuluki "Kapten Korea".[11][18] Pada episode terakhir, ia dipromosikan menjadi Mayor.[19] Tanda panggil militernya adalah Big Boss.[12]
Dokter bedah toraks dan kardiovaskular di Rumah Sakit Haesung yang mencerminkan kepedulian kemanusiaan dan etika kedokteran.[20] Seorang wanita cerdas, tegas, dan tidak sabaran dalam menentang ketidakadilan pada sistem medis,[21] ia menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi serta ketepatan analisis saat menangani situasi darurat medis hidup dan mati di Uruk.[22][23] Meskipun langsung terpikat kepada Shi-jin sejak awal perjumpaan, Mo-yeon sempat memendam perasaannya karena benturan etika profesi mereka; pada akhirnya, ia bersedia menerima segala konsekuensi dan risiko dalam hubungan tersebut.[17][24]
  • Jin Goo sebagai Sersan Mayor Seo Dae-young:
Wakil pemimpin Tim Alpha sekaligus sahabat dekat Shi-jin. Sebagai prajurit teladan, ia dikenal atas ketenangan sikapnya, kedisiplinan, serta loyalitasnya.[11][25] Meskipun mencintai Yoon Myung-joo, hubungan mereka terhalang oleh hierarki kepangkatan militer dan penolakan ayah Myung-joo. Sepanjang cerita, ia memperjuangkan kebahagiaan pribadinya hingga akhirnya mampu menyelaraskan kewajiban dinas militer dengan perasaannya tanpa harus menanggalkan seragam tentara.[26] Tanda panggil militernya adalah Wolf.[12]
Dokter bedah militer dan putri tunggal dari Komandan Yoon Gil-joon. Digambarkan berwatak tangguh dan emosional, ia gigih memperjuangkan hubungannya dengan Dae-young serta berani menentang prasangka ayahnya demi menentukan pilihan hidup dan cintanya sendiri.[27][28] Myung-joo menjadi figur kunci yang menghubungkan dinamika antartokoh dalam cerita.[29] Ia dan Mo-yeon dulunya merupakan teman seangkatan semasa kuliah kedokteran;[30] hubungan mereka yang semula diwarnai persaingan sengit[31] perlahan bertransformasi menjadi persahabatan yang erat.[32]

1.2. Pendukung

1.2.1. Tim Alpha dan Pasukan Taebaek

  • Park Hoon sebagai Sersan Choi Woo-geun: Spesialis penjinak bom dan penembak runduk. Ia merupakan satu-satunya anggota Tim Alpha yang telah berkeluarga dan memiliki nama panggilan Snoopy.[12][33]
  • Choi Woong sebagai Sersan Satu Gong Cheol-ho: Anggota termuda Tim Alpha yang memiliki nama panggilan Harry Potter.[12]
  • Ahn Bo-hyun sebagai Sersan Lim Gwang-nam: Penembak runduk Tim Alpha yang memiliki nama panggilan Piccolo.[34][35]
  • Kang Shin-il sebagai Letnan Jenderal Yoon Gil-joon: Ayah Myung-joo. Ia menjadi penghalang utama dalam hubungan putrinya dengan Dae-young.[36]
  • Kim Byung-chul sebagai Letnan Kolonel Park Byung-soo: Komandan Pasukan Taebaek di Uruk. Sebagai pemimpin yang impulsif, ia kerap berselisih paham dengan Shi-jin akibat tindakan bawahannya itu yang sulit ditebak, yang sering kali membuatnya ditegur oleh para petinggi militer.[12]
  • Kim Min-seok sebagai Prajurit Satu Kim Ki-bum: Mantan pencopet yang memutuskan mendaftar wajib militer setelah ditaklukkan oleh Shi-jin dan Dae-young, lalu dibina langsung oleh Dae-young.[37][38] Alur kisahnya menjadi representasi bagaimana lingkungan militer mampu membina dan mendisiplinkan kepribadian seseorang.[12][39]

1.2.2. Tim Medis Rumah Sakit Haesung

  • Onew sebagai Lee Chi-hoon: Dokter residen tahun pertama spesialisasi bedah toraks yang awalnya digambarkan naif dan terbiasa hidup nyaman.[40] Alur kisah Chi-hoon berfokus pada pendewasaan dirinya sebagai seorang dokter profesional; peristiwa gempa bumi di Uruk menjadi titik balik yang memaksanya menghadapi kekurangan dirinya serta rasa bersalah atas tanggung jawab profesinya.[41] Ia bertunangan dengan sesama rekan dokter residen, Jang Hee-eun.[42]
  • Lee Seung-joon sebagai Song Sang-hyun: Dokter bedah umum dan rekan senior Mo-yeon.[43] Di balik sifatnya yang ceroboh[44] dan jenaka,[45] ia adalah dokter andal yang memegang peranan krusial dalam operasi medis tim. Ia telah memendam cinta bertepuk sebelah tangan kepada Ha Ja-ae selama bertahun-tahun.[46]
  • Seo Jeong-yeon sebagai Ha Ja-ae: Kepala perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Haesung yang berkarakter pragmatis dan tenang.[47] Bersama Song, ia memimpin upaya penyelamatan di Uruk.[48] Ia menjalin hubungan yang pasang surut dengan Song.[49]
  • Park Hwan-hee sebagai Choi Min-ji: Perawat termuda di tim medis. Dikenal dengan kepribadiannya yang ceria dan penuh semangat layaknya "vitamin", ia membawa keceriaan dan kesegaran bagi tim, bahkan ketika dengan polosnya mengkhawatirkan kemungkinan malapraktik saat menjalankan misi di bawah tekanan tinggi.[50]

1.2.3. Orang-orang di Rumah Sakit Haesung

  • Hyun Jyu-ni sebagai Pyo Ji-soo: Dokter patologi dan orang kepercayaan Mo-yeon.[30] Ia selalu terlihat menggunakan kursi roda, kendati penyebabnya tidak pernah dijelaskan.[51]
  • Tae In-ho sebagai Han Seok-won: Direktur rumah sakit. Lebih memprioritaskan ambisi dan kekuasaan daripada etika kedokteran, ia membalas dendam kepada Mo-yeon setelah ajakan seksualnya ditolak dengan menugaskannya ke tim medis di Uruk.[52][53]
  • Park Ah-in sebagai Kim Eun-ji: Profesor yang diangkat melalui nepotisme, dikenal dengan sikapnya yang lancang serta kebiasaannya mengejek atau menjelek-jelekkan rekan kerjanya.[54][55]
  • Jo Woo-ri sebagai Jang Hee-eun: Dokter residen anestesiologi dan tunangan Lee Chi-hoon yang sedang mengandung[42] dan sangat mencemaskan keselamatan Chi-hoon saat bencana melanda Uruk.[56]

1.2.4. Lain-lain

  • David Lee McInnis sebagai David Agus: Seorang antagonis, mantan anggota Delta Force dan rekan seperjuangan Shi-jin. Setelah meninggalkan militer demi mengejar kekayaan, ia menjadi pemimpin geng pasar gelap di Uruk.[57] Ia mewakili konflik internal bagi Shi-jin, yang bergelut dengan keharusan membunuh mantan rekannya yang telah berubah menjadi penjahat.[58][59]
  • Jo Jae-yoon sebagai Jin Young-soo: Manajer eksekutif Pembangkit Listrik Uruk. Ia digambarkan sebagai sosok tak bermoral yang tunduk kepada Agus,[60] kerap memicu masalah bagi para tokoh utama,[61] serta secara tidak sengaja menyebabkan merebaknya wabah virus M3.[62]
  • Ji Seung-hyun sebagai Letnan Satu Ahn Jung-joon dari Tentara Rakyat Korea: Perwira elit Korea Utara. Awalnya menjadi rival Shi-jin, ia kemudian menjadi sekutu setelah Shi-jin membantunya membongkar konspirasi yang melibatkan petinggi militer, membersihkan namanya dari tuduhan palsu, serta menyelamatkan nyawanya melalui sebuah operasi gabungan.[63][64] Ahn kelak membalas budi tersebut dengan menyelamatkan Shi-jin dan Dae-young.[65]
  • Jasper Cho sebagai Daniel Spencer: Dokter sukarelawan dari organisasi Peacemaker sekaligus teknisi serbabisa yang mengelola toko perangkat keras.[66][67]
  • Jeon Soo-jin sebagai Ri Ye-hwa: Perawat keturunan Koryo-saram di Peacemaker[68] dan istri Daniel.[69]
  • Lee Yi-kyung sebagai Kang Min-jae: Pekerja di Pembangkit Listrik Uruk sekaligus penyintas gempa bumi. Rasa dendamnya terhadap Lee Chi-hoon pascakegagalan upaya penyelamatan menjadi titik penting bagi perkembangan psikologis Chi-hoon.[41][70]
  • Zyon Barreto sebagai Fatima: Gadis yang dijuluki "Mawar Merah".[71] Setelah diselamatkan oleh Mo-yeon dan Shi-jin dari sindikat perdagangan manusia, kehadirannya menjadi pemantik dilema etika bagi Mo-yeon.[72][73]
  • Elena Zhernovaia sebagai Valentine: Pelayan yang membantu tim sukarelawan kemanusiaan.[74]
  • Jun In-taek sebagai Yoo Young-geun: Ayah Shi-jin dan seorang purnawirawan sersan mayor. Rasa hormat mendalam Shi-jin kepada sang ayah memotivasinya untuk mengikuti jejak kariernya mengabdi di dunia militer.[14][75]

1.3. Penampilan khusus

Daftar aktor dan karakter yang membuat penampilan khusus dan diakui dalam kredit penutup:

  • Lee Kwang-soo sebagai operator arena tembak (episode 1).[76]
  • Jung Ji-won sebagai penyiar televisi (episode 2, 16).[77][78]
  • Lee Jong-hyuk sebagai Kapten Kim Jin-seok (episode 2, 5, 10, dan 15): Seorang tentara yang tewas dalam tugas selama pertempuran untuk menyelamatkan Agus; dia hanya muncul dalam kilas balik Shi-jin.[79][80]
  • Ryu Hwa-young sebagai mantan pacar Seo Dae-young (episode 4).[81]
  • Park Joon-geum sebagai ibu Lee Chi-hoon (episode 7, 11).[56][82]
  • Yoo Ah-in sebagai teler bank (episode 13).[83]
  • Lee Jae-yong sebagai Letnan Jenderal Choi Ji-ho dari Tentara Rakyat Korea (episode 13, 14): Otak di balik perekrutan pasukan khusus Korea Utara sebagai pembunuh bayaran untuk sindikat kriminal. Dengan bantuan Shi-jin, Ahn mengeksposnya sebagai pengkhianat negaranya.[63][84]
  • Red Velvet sebagai diri mereka sendiri (episode 16): Grup tersebut mengunjungi pangkalan militer untuk menampilkan lagu "Dumb Dumb".[85]

2. Episode

No.JudulTanggal tayang asli
1"Episode 1"24 Februari 2016 (2016-02-24)
Tim Alpha, di bawah pimpinan Yoo Shi-jin dan Seo Dae-young, melumpuhkan krisis penyanderaan yang dipicu oleh tentara Korea Utara di Zona Demiliterisasi Korea (DMZ). Sebelum menarik diri, Shi-jin mengenali komandan lawan sebagai Ahn Jung-joon. Saat sedang cuti dinas, Shi-jin dan Dae-young menangkap seorang pencuri bernama Kim Ki-bum. Saat hendak membawanya ke rumah sakit, Ki-bum mencuri ponsel milik Dae-young. Demi mengambil kembali ponsel tersebut, Shi-jin mendatangi Rumah Sakit Haesung dan bertemu dengan dr. Kang Mo-yeon, yang mulanya mengira Shi-jin adalah seorang pemimpin komplotan penjahat. Hubungan masa lalu antara Dae-young dan Yoon Myung-joo, seorang dokter tentara, mulai terungkap; ayah Myung-joo yang berpangkat jenderal menentang hubungan tersebut karena menganggap Dae-young tidak sepadan bagi putrinya. Mo-yeon meluruskan kesalahpahamannya dan mulai luluh kepada Shi-jin setelah memeriksa rekaman CCTV yang membuktikan bahwa Shi-jin adalah seorang tentara. Shi-jin berpura-pura sakit agar dapat terus menemuinya, tetapi ia terpaksa membatalkan kencan pertama mereka karena mendadak menerima panggilan tugas darurat.
2"Episode 2"25 Februari 2016 (2016-02-25)
Tim Shi-jin menjalankan misi penyelamatan sandera di Afganistan bersama pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat. Sementara itu di Korea, posisi guru besar kedokteran Mo-yeon kembali digagalkan untuk ketiga kalinya demi memprioritaskan rekan sejawat yang memiliki koneksi keluarga meski kurang berkompeten. Sepulangnya Shi-jin, mereka kembali mencoba berkencan, tetapi Shi-jin lagi-lagi dipanggil bertugas. Keduanya menyadari adanya benturan prinsip hidup: Mo-yeon mendedikasikan hidupnya sebagai dokter untuk menyelamatkan nyawa dengan segala cara, sedangkan Shi-jin adalah prajurit yang harus patuh pada perintah dan terkadang dituntut melenyapkan nyawa demi melindungi perdamaian. Atas perbedaan tersebut, keduanya sepakat berpisah. Delapan bulan berselang, Shi-jin ditugaskan ke wilayah fiktif Uruk. Mo-yeon, yang kini menjadi dokter tersohor pascamuncul di televisi, ditugaskan memimpin tim medis sukarelawan ke Uruk. Episode berakhir dengan kedatangan tim Mo-yeon di pangkalan udara Uruk, tempat ia dan Shi-jin kembali dipertemukan.
3"Episode 3"2 Maret 2016 (2016-03-02)
Shi-jin dan Mo-yeon menjalani reuni mereka di Uruk, di mana Shi-jin sempat menjahili Mo-yeon bahwa ia menginjak ranjau darat. Kendati ditentang sang ayah, Myung-joo berangkat ke Uruk demi menyusul Dae-young. Jenderal Yoon turun tangan dengan memerintahkan kepulangan Dae-young ke Korea Selatan. Saat berkunjung ke kota, Shi-jin memperkenalkan Mo-yeon kepada seorang perawat bernama Ri Ye-hwa, lalu mengajaknya ke pantai berkapal karam dan menceritakan kisah masa lalu antara Dae-young dan Myung-joo. Mendadak, Ketua Liga Arab Mubarak dilarikan ke pangkalan militer dalam kondisi kritis. Meskipun memerlukan operasi darurat segera, para pengawal Ketua Mubarak menodongkan senjata ke arah prajurit Korea Selatan dan menolak tindakan bedah dilakukan. Setelah Mo-yeon memastikan bahwa ia mampu menyelamatkannya, Shi-jin menentang perintah atasan dengan menginstruksikan timnya membidikkan senjata ke arah para pengawal demi melindungi Mo-yeon saat memulai operasi.
4"Episode 4"3 Maret 2016 (2016-03-03)
Operasi pembedahan Ketua Mubarak berlangsung menegangkan namun berujung sukses. Shi-jin langsung dicopot dari tugasnya dan ditahan atas tindakan pembangkangan perintah. Setelah Mubarak sadar dan pulih, ketegangan diplomatik mereda; Shi-jin dibebaskan, tetapi dijatuhi sanksi disipliner berupa pemotongan gaji dan pencoretan dari daftar promosi kenaikan pangkat. Mo-yeon berupaya bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, namun Shi-jin menegaskan bahwa keputusannya murni berlandaskan kehormatan dan prinsip militer. Di bandara, Dae-young berpapasan dengan Myung-joo tepat saat hendak bertolak pulang. Myung-joo memprotes sikap Dae-young yang selalu menghindarinya dan mengenang kembali hubungan masa lalu mereka sambil berurai air mata. Belakangan, Shi-jin dan Mo-yeon menikmati anggur bersama sambil berbincang, yang berujung pada ciuman pertama mereka.
5"Episode 5"9 Maret 2016 (2016-03-09)
Saat mencari anak penderita keracunan timbal yang kabur, Shi-jin berhadapan dengan seorang penyelundup dan mengenalinya sebagai David Agus, mantan rekan seperjuangan yang dulu pernah ia selamatkan dalam sebuah misi mematikan. Agus kini memimpin sindikat kriminal perdagangan senjata ilegal serta penyelundupan berlian yang bersekongkol dengan manajer konstruksi Jin Young-soo. Mobil yang dikendarai Mo-yeon tanpa sengaja tergelincir dan tergantung di tepi jurang. Shi-jin tiba tepat waktu dan menyelamatkannya dengan sengaja menjatuhkan kendaraan tersebut ke laut. Insiden menegangkan itu memaksa Mo-yeon menghadapi kenyataan betapa berbahayanya kehidupan dan profesi Shi-jin. Shi-jin kemudian kembali ke Korea Selatan tanpa berpamitan secara langsung, meninggalkan rasa kecewa bagi Mo-yeon. Namun sebelum berangkat, Shi-jin sempat menanyakan kepastian perasaan Mo-yeon mengenai ciuman mereka tempo hari.
6"Episode 6"10 Maret 2016 (2016-03-10)
Mo-yeon mengakui ketertarikannya kepada Shi-jin, tetapi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap profesi Shi-jin yang berbahaya. Kembali ke Korea, Shi-jin dan Dae-young berbincang mengenai kehidupan saat menikmati masa cuti mereka. Gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter mengguncang wilayah Uruk tepat saat tim medis Mo-yeon bersiap pulang, meruntuhkan pembangkit listrik tempat mereka bertugas. Tim medis membatalkan penerbangan dan bergegas menuju lokasi bencana untuk memberikan pertolongan. Di tengah kekacauan, Mo-yeon mengoordinasikan proses triase. Shi-jin dan Dae-young tergabung dalam regu pasukan khusus yang diterbangkan militer Korea Selatan ke Uruk. Shi-jin dan Mo-yeon kembali dipertemukan di tengah reruntuhan saat helikopter bantuan mendarat.
7"Episode 7"16 Maret 2016 (2016-03-16)
Operasi penyelamatan berlanjut di bawah kondisi yang berbahaya. Mo-yeon dan Myung-joo melakukan tindakan operasi di ruang terbuka dalam lingkungan yang terkontaminasi. Shi-jin dan Mo-yeon menemukan dua penyintas yang tertimpa reruntuhan, di mana menyelamatkan salah satu di antaranya dipastikan akan meruntuhkan struktur yang menimpa korban lainnya. Shi-jin menyerahkan keputusan medis tersebut kepada Mo-yeon. Manajer Jin mendesak para prajurit untuk mendahulukan pencarian berliannya yang tersembunyi, tetapi Shi-jin menolak tegas demi mengutamakan keselamatan nyawa manusia. Berdasarkan peluang pemulihan medis, Mo-yeon memilih menyelamatkan penyintas yang lebih muda, yang kemudian berhasil dievakuasi untuk dioperasi. Dae-young dan Myung-joo saling bertemu kembali. Belakangan, Mo-yeon menjahit luka yang dialami Shi-jin saat melindungi Manajer Jin; pada momen itu, Shi-jin mengakui bahwa ia selalu merindukan Mo-yeon tanpa henti.
8"Episode 8"17 Maret 2016 (2016-03-17)
Mo-yeon menyampaikan pesan terakhir Manajer Go kepada keluarganya. Agus mengancam Manajer Jin agar segera mengambil kembali berlian yang tertimbun di kantor tempat penyintas terakhir, Kang Min-jae, masih terjebak. Saat fokus evakuasi beralih ke kantor tersebut, gempa susulan mendadak terjadi. Shi-jin dan Dae-young masuk ke dalam struktur bangunan untuk merawat Min-jae. Tak sabar mendapatkan berliannya, Manajer Jin nekat mengoperasikan ekskavator hingga memicu reruntuhan baru yang mengurung Shi-jin bersama Min-jae di dalamnya. Dae-young akhirnya berhasil menembus reruntuhan dan menyelamatkan mereka. Militer kemudian menyiapkan jadwal penerbangan pulang bagi tim medis. Saat jaringan komunikasi pulih, Mo-yeon menghubungkan ponselnya ke pengeras suara pangkalan untuk memutar musik, tetapi tanpa sengaja memutar rekaman "pesan terakhir" saat insiden mobil di tepi jurang, yang berisi pengakuan cintanya kepada Shi-jin.
9"Episode 9"23 Maret 2016 (2016-03-23)
Merasa malu akibat siaran tersebut, Mo-yeon berusaha menghindari Shi-jin yang terus menggodanya. Saat berkendara, mereka tanpa sengaja memasuki ladang ranjau yang posisinya bergeser akibat gempa bumi. Berhadapan dengan ancaman maut, Mo-yeon akhirnya mengakui perasaannya. Jenderal Yoon memberi izin kepada Dae-young untuk menjalin hubungan dengan Myung-joo dengan syarat ia harus mengundurkan diri dari dinas militer. Agus menyadari berlian miliknya raib; Manajer Jin telah menelan berlian-berlian itu dan berusaha kabur ke Korea, tetapi terus diburu oleh komplotan Agus. Saat menyelidiki wabah campak, Shi-jin dan Mo-yeon menemukan "Desa Berhantu" tempat anak-anak yatim piatu diperdagangkan. Mereka berhadapan langsung dengan Agus, dan seorang anak bernama Fatima menembaknya. Mo-yeon bimbang antara etika medis dan kebenciannya terhadap Agus, tetapi Shi-jin memintanya untuk tetap menyelamatkan nyawa Agus sebagai seorang dokter.
10"Episode 10"24 Maret 2016 (2016-03-24)
Usai operasi, Agus memperingatkan Mo-yeon bahwa berada di dekat Shi-jin hanya akan mengundang mara bahaya. Shi-jin sendiri diperintahkan untuk tidak mencampuri urusan Agus, yang ternyata merupakan aset CIA dalam rencana sebuah kudeta. Kendati mencemaskan anak-anak korban perdagangan manusia, Shi-jin meyakinkan Mo-yeon bahwa mereka telah aman. Fatima mencuri obat pereda nyeri dan terjerumus ke dalam perangkap; Shi-jin dan Mo-yeon berhasil menyelamatkannya dari komplotan pedagang senjata. Manajer Jin ditangkap dan dilarikan ke pusat medis untuk mengeluarkan berlian dari perutnya melalui pembedahan. Selama operasi, percikan darah mengenai Mo-yeon dan Myung-joo, mengungkap bahwa Jin terinfeksi virus M3, patogen mematikan yang serupa dengan Ebola. Ruang operasi seketika dikarantina. Mengetahui hasil tes Myung-joo positif, Dae-young langsung menerobos masuk dan memeluknya di zona isolasi.
11"Episode 11"30 Maret 2016 (2016-03-30)
Seluruh personel yang terpapar beserta Myung-joo menjalani karantina ketat. Shi-jin terus menjaga moril tim selagi Mo-yeon berupaya mengendalikan penularan wabah. Ketika Agus membajak truk pembawa vaksin dan menuntut penukaran berlian, kondisi Myung-joo memburuk dengan cepat. Shi-jin berhasil merebut kembali obat tersebut hingga kondisi Myung-joo berangsur pulih. Demi memaksa Shi-jin membantunya melarikan diri, Agus menculik Mo-yeon. Shi-jin menanggalkan seragam militernya untuk melancarkan misi penyelamatan tunggal tanpa izin resmi, menentang instruksi atasan untuk berdiam diri. Dae-young menyadari rencana nekat sahabatnya itu dan memahami bahaya besar yang menantinya.
12"Episode 12"31 Maret 2016 (2016-03-31)
Dae-young bersama Tim Alpha turut menanggalkan seragam mereka demi membantu operasi rahasia Shi-jin. Menyusup ke markas Agus, mereka menemukan anak-anak yang disandera. Tim Alpha segera bertindak tepat ketika Agus memberi perintah untuk mengeksekusi anak-anak tersebut. Selagi Dae-young dan Shi-jin menghadapi Agus, personel lain mengevakuasi anak-anak. Agus memasang rompi peledak pada Mo-yeon dan menjadikannya perisai manusia. Shi-jin menembak jatuh detonator di pundak Mo-yeon, dan timnya sukses menjinakkan bom beberapa detik sebelum meledak. Saat Agus kembali bergerak meraih senjata apinya, Shi-jin menembak mati mantan rekan seperjuangannya itu demi melindungi Mo-yeon. Belakangan, Mo-yeon menerima kenyataan pahit mengenai bahaya hidup Shi-jin, dan keduanya kembali mempertegas ikatan cinta mereka.
13"Episode 13"6 April 2016 (2016-04-06)
Tim medis kembali bertugas di Rumah Sakit Haesung. Mo-yeon berniat mengundurkan diri untuk membuka klinik pribadi, tetapi terpaksa kembali ke rumah sakit setelah pengajuan pinjaman banknya ditolak. Tim Alpha kembali ke Korea dan merayakan kepulangan mereka selama tiga hari berturut-turut. Dae-young mengajukan surat pengunduran diri dari militer; Myung-joo yang mengetahuinya merasa kecewa hingga terjadi pertengkaran di antara mereka. Shi-jin menghadiahkan sebuah kalung kepada Mo-yeon. Shi-jin kemudian ditugaskan mengamankan perundingan tingkat tinggi antar-Korea di Pyongyang, tempat ia kembali berhadapan dengan Ahn. Belakangan di Seoul, Ahn dilarikan ke IGD Rumah Sakit Haesung dengan luka tembak kritis. Mo-yeon terkejut saat ambulans kedua tiba membawa Shi-jin yang bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.
14"Episode 14"7 April 2016 (2016-04-07)
Mo-yeon berhasil menyelamatkan nyawa Shi-jin. Kilas balik memperlihatkan bahwa Ahn disergap sesaat setelah meminta bantuan Shi-jin untuk menindak para pengkhianat di kesatuannya. Shi-jin meyakinkan Ahn bahwa para dokter Korea Selatan bersikap netral. Di tengah desakan ekstradisi Ahn dan berbagai tuduhan kriminal, Shi-jin mengatur pertemuan rahasia. Ahn mengungkap bahwa ia tengah memburu pengkhianat negara, yakni Jenderal Choi Ji-ho. Shi-jin membekali Ahn dengan camilan yang telah dipasangi alat penyadap. Dalam konfrontasi langsung, Ahn memaksa Choi mengakui kejahatannya. Shi-jin memberi isyarat kepada penembak runduk untuk melumpuhkan Ahn tanpa mematikan demi mengakhiri situasi genting. Bukti rekaman pengakuan Choi berhasil membuka jalan bagi terobosan hubungan diplomatik kedua negara.
15"Episode 15"13 April 2016 (2016-04-13)
Menjelang berakhirnya misi tiga bulan, Shi-jin dan Dae-young dinyatakan gugur dalam sebuah ledakan dahsyat. Mo-yeon dan Myung-joo sangat terpukul saat menerima surat wasiat terakhir mereka. Satu tahun berselang, Mo-yeon memutuskan menjadi sukarelawan medis di Albania, sementara Myung-joo kembali bertugas di Uruk. Di tengah padang pasir Albania, Mo-yeon mendadak mendengar suara panggilan Shi-jin melalui radio transmisi. Shi-jin tampak berjalan menghampirinya dari kejauhan, membawa keduanya larut dalam reuni yang emosional.
16"Episode 16"14 April 2016 (2016-04-14)
Dae-young kembali menemui Myung-joo di Uruk. Terungkap bahwa Shi-jin dan Dae-young sempat ditawan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya diselamatkan oleh Ahn sesaat sebelum dieksekusi. Jenderal Yoon akhirnya memberikan restu penuh terhadap hubungan Dae-young dan Myung-joo. Seri ini ditutup di Kanada saat menghadiri upacara pernikahan Daniel dan Ye-hwa. Ketika sebuah gunung berapi di dekat lokasi meletus, seluruh tim dengan sigap bersiap terjun ke misi penanganan darurat, menegaskan kembali komitmen hidup mereka dalam menyelamatkan sesama.
Episode spesial
S1"Spesial 1"20 April 2016 (2016-04-20)
Rangkuman alur cerita utama dan adegan-adegan penting mulai dari Episode 1 hingga pertengahan Episode 7.
S2"Spesial 2"21 April 2016 (2016-04-21)
Kelanjutan rangkuman alur cerita yang mencakup adegan dari pertengahan Episode 7 hingga Episode 16.
S3"Spesial 3"22 April 2016 (2016-04-22)
Dokumenter di balik layar yang merangkum proses produksi selama 258 hari, menampilkan wawancara bersama jajaran pemeran serta mengulas berbagai tantangan yang dihadapi oleh para kru.

3. Produksi

3.1. Pengembangan

Kim Eun-sook berbicara di mikrofon sambil duduk dalam sebuah acara pers pada tahun 2016.
Kim Eun-sook mengadaptasi seri ini dari naskah yang sudah ada karya Kim Won-seok.리플레이REplay TV · CC BY 3.0

Pada 18 Februari 2014, Hwa&Dam Pictures mengumumkan bahwa penulis naskah Kim Eun-sook dan Kim Won-seok berkolaborasi dalam sebuah seri yang untuk sementara diberi judul Descendants of the Sun. Proyek ini digambarkan sebagai melodrama blockbuster bertema kemanusiaan yang berlatar di zona bencana, sebuah tema yang langka dalam sejarah drama Korea. Serial ini awalnya dijadwalkan untuk ditayangkan di SBS.[86]

Perencanaannya telah dimulai sejak tahun 2011,[87] meskipun proyek ini mulanya menerima penilaian yang "kurang menjanjikan" dari kalangan industri penyiaran akibat tingginya anggaran serta latar bertema bencana yang dianggap berisiko.[88] Kim Eun-sook secara proaktif menghubungi Kim Won-seok untuk bekerja sama mengadaptasi dan merevisi naskah miliknya, Doctors Without Borders (국경없는 의사회),[89] yang sebelumnya meraih Penghargaan Keunggulan Direktur dari Korea Creative Content Agency pada ajang Korean Content Story Awards 2011.[90] Melalui proses kemitraan yang terbuka, keduanya merombak naskah tersebut secara bersama-sama, mendiskusikan serta menyunting ide cerita hingga mencapai kesepakatan.[89] Mereka terinspirasi dari dedikasi kemanusiaan World Vision, layanan medis darurat 119, Médecins Sans Frontières, dan Komando Perang Khusus Angkatan Darat Republik Korea.[91]

Untuk memperkuat unsur romantis dan melodramatis, Kim Eun-sook mengubah latar belakang tokoh utama, Yoo Shi-jin, dari seorang dokter menjadi perwira pasukan khusus di Angkatan Darat Republik Korea.[89][92] Ia menyatakan bahwa misi fiktif tersebut terinspirasi oleh penugasan Angkatan Darat Korea Selatan ke Irak pada tahun 2004.[93] Judul seri ini beserta latarnya di "Uruk" dinilai oleh peneliti Patrick Flamm sebagai kiasan terhadap kota kuno Sumeria dan Wiracarita Gilgamesh.[94] Kim Won-seok menggambarkan kemampuan Kim Eun-sook dalam menyentuh emosi pembaca melalui revisi naskahnya bagaikan sebuah "keajaiban";[89] ia berkelakar bahwa "jika [ia] menulis adegan-adegan melodramatis yang mendatangkan keuntungan, saya menulis adegan-adegan aksi yang menghabiskan anggaran."[95] Demi memastikan keaslian cerita, Kim Won-seok dan kru produksi berkonsultasi langsung dengan Markas Besar Angkatan Darat Korea Selatan serta para pakar medis.[91][96]

Pada Juli 2014, Hwa&Dam Pictures mengalihkan proyek tersebut ke Barunson Inc., dengan Next Entertainment World (NEW) bertindak sebagai investor sekaligus distributor. Bersamaan dengan itu, Kim Eun-sook mengakhiri kerja sama selama dua belas tahun dengan SBS. Jaringan televisi tersebut pada akhirnya menolak seri ini,[88] dengan pertimbangan bahwa melodrama bertema bencana di luar negeri dinilai kurang memiliki nilai komersial serta dominasi seragam militer dianggap akan membatasi peluang penempatan produk iklan.[93] Sejumlah stasiun televisi lain juga menolak proyek ini akibat skala produksinya yang tergolong blockbuster dengan perkiraan anggaran awal mencapai ₩30 miliar.[97] Pada Oktober 2014, KBS menyetujui penayangannya dan mulai mendiskusikan rencana produksi untuk paruh pertama tahun 2015.[98] Produser eksekutif untuk proyek ini dipegang oleh Bae Kyung-soo, dengan Ham Young-hoon, Yoo Jong-sun, dan Park Woo-ram bertindak sebagai produser.[99]

3.2. Praproduksi

Pada 13 November 2014, Lee Eung-bok diumumkan sebagai sutradara Descendants of the Sun.[100] Meskipun syuting di luar negeri awalnya direncanakan pada akhir tahun 2014,[86] tim produksi menunda jadwal tersebut hingga pertengahan tahun 2015 dan memilih lokasi di Yunani untuk pengambilan gambar utama.[101] Demi memenuhi persyaratan pasar Tiongkok, seri ini diproduksi sepenuhnya sebelum penayangan (sistem praproduksi penuh), berbeda dari model syuting kejar tayang tradisional Korea. Kendati ditujukan untuk meningkatkan kualitas produksi dan penghayatan peran para aktor, format ini berisiko menimbulkan ketidaksesuaian waktu pada penempatan sponsor merek serta menutup ruang penyesuaian alur cerita berdasarkan tanggapan langsung dari pemirsa.[102] Tim produksi menyebut langkah ini sebagai keharusan finansial guna memastikan penayangan serentak di Tiongkok alih-alih murni pilihan kreatif; mereka mulanya memandang praproduksi parsial sebagai pendekatan yang lebih layak, mengingat perpanjangan jadwal praproduksi penuh meningkatkan biaya secara signifikan melampaui batas wajar industri.[87]

Menjelang pertengahan Januari 2015, pemilihan pemeran untuk peran utama mulai berjalan.[103] Song Joong-ki menerima peran utama pria sebagai proyek perdananya pascamenjalani wajib militer,[104][105] sementara Song Hye-kyo dilaporkan menjadi kandidat kuat untuk peran utama wanita.[106] Penetapan mereka berdua menyita perhatian publik berkat rentetan kesuksesan proyek sebelumnya: Song Joong-ki dalam The Innocent Man (2012) serta Song Hye-kyo dalam That Winter, the Wind Blows (2013) dan My Brilliant Life (2014).[107] Pada 2 April 2015, Song Hye-kyo, Jin Goo, dan Kim Ji-won resmi dikonfirmasi untuk membintangi jajaran pemeran utama. Serial ini menampilkan Song Joong-ki sebagai komandan tim pasukan khusus Yoo Shi-jin dan Song Hye-kyo sebagai dokter Kang Mo-yeon. Jin Goo memerankan bintara militer Seo Dae-young, sedangkan Kim Ji-won berperan sebagai dokter bedah tentara Yoon Myung-joo.[108]

Pada akhir April, SM Entertainment mengonfirmasi Onew dari Shinee sebagai dokter junior di bawah bimbingan Mo-yeon.[109] Bulan berikutnya, KBS mengumumkan bergabungnya Kang Shin-il dan Seo Jeong-yeon; Kang awalnya dipilih untuk memerankan ayah Yoo Shi-jin.[110] Pemeran tambahan lainnya mencakup Jo Woo-ri sebagai pasangan Onew, Hyun Jyu-ni sebagai sahabat Mo-yeon, Lee Seung-joon sebagai dokter senior, dan Lee Yi-kyung.[111] Jo Jae-yoon kemudian dikonfirmasi untuk memerankan manajer konstruksi yang antagonis.[112] Produksi ini melibatkan lebih dari 350 orang anggota staf.[113] Pada Oktober 2014, Huace Media yang berbasis di Hangzhou membeli 13,03% saham di NEW senilai CN¥ 323 juta (₩53,5 miliar), menyediakan kucuran dana segar yang besar menjelang proses praproduksi.[114][115] Menjelang awal Juni 2015, hak distribusi telah laku terjual ke Tiongkok dengan harga premium bahkan sebelum syuting dimulai, berkat tingginya popularitas Kim Eun-sook dan Song Hye-kyo, yang turut meringankan beban biaya produksi.[116][117] Dukungan finansial tambahan juga diberikan oleh Dal.komm Coffee dan Bank Ekspor-Impor Korea.[118]

3.3. Pengambilan gambar

Seri ini difilmkan di Taebaek, Korea Selatan (atas), dan di pulau Zakynthos, Yunani (bawah).

Para pemeran menghadiri pembacaan naskah pertama pada 28 Mei 2015. Pengambilan gambar utama dimulai pada 12 Juni di Korea Selatan, tempat syuting berlangsung selama tiga bulan di berbagai lokasi, termasuk pangkalan militer dan rumah sakit.[119] Produksi ini menerima dukungan dari Angkatan Darat Korea Selatan dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.[93] Adegan-adegan yang berlatar di negara fiktif Uruk, yang terinspirasi oleh Irak,[120] difilmkan di set terbuka seluas 19.500 m² di Taebaek[121] dan set dalam ruangan di Anseong.[96]

Lokasi syuting berpindah ke Yunani dari 28 September hingga 2 November 2015.[119][122] Pengambilan gambar difokuskan pada pemandangan pesisir Zakynthos, khususnya Pantai Navagio, yang menjadi latar adegan kencan antara kedua tokoh utama.[96][123] Demi memenuhi tenggat waktu peninjauan sensor dari Badan Radio dan Televisi Nasional Tiongkok untuk penyiaran serentak, proses syuting di Korea Selatan dijadwalkan rampung pada bulan Desember.[124] Walaupun sebagian besar adegannya baru selesai menjelang akhir tahun, Ji Seung-hyun telah merampungkan syuting adegan episode pertamanya pada bulan Agustus.[64] Pada 23 November, cedera yang dialami Song Joong-ki saat pengambilan adegan aksi sempat menghentikan proses syutingnya selama dua minggu.[125][126] Pengambilan gambar utama secara keseluruhan resmi berakhir pada 30 Desember 2015.[127]

3.4. Pascaproduksi

Tim produksi mengalokasikan ₩2 miliar untuk tata artistik, dengan citra hasil komputer (CGI) untuk latar lanskap Uruk dan adegan-adegan gempa bumi menyerap porsi yang signifikan, meskipun tidak diungkapkan secara terperinci, dari total biaya pascaproduksi.[128] Efek visual (VFX) dimanfaatkan untuk menciptakan adegan-adegan yang tampak realistis, menampilkan rangkaian adegan berbahaya secara aman, serta menyisipkan penempatan produk iklan yang disesuaikan secara khusus bagi penyiaran di Tiongkok.[129] Dalam konferensi pers pada Februari 2016, tim produksi menggambarkan seri ini sebagai kisah mengenai "para pemuda yang luar biasa", seraya menyatakan bahwa sistem praproduksi memungkinkan peningkatan mutu naskah secara optimal; Kim Eun-sook bahkan menyebutnya sebagai naskah bertema "fantasi" terbaik yang pernah ia tulis.[113] Ia merefleksikan bahwa kendati praproduksi memberi ruang bagi para pemeran untuk lebih mendalami karakter mereka, ketiadaan kesempatan untuk menyesuaikan naskah berdasarkan performa akting di lokasi syuting sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri mengenai daya gugah emosional dari adegan-adegan tertentu.[130] Seri ini menelan total biaya produksi sebesar ₩13 miliar, yang berhasil balik modal sepenuhnya bahkan sebelum episode pertamanya resmi disiarkan.[131]

4. Analisis tematik

Descendants of the Sun memadukan genre romansa, melodrama, dan aksi;[132] serial ini mengeksplorasi tema-tema khas masyarakat Korea Selatan yang menurut para akademisi berfungsi sebagai bentuk diplomasi budaya, menjadikannya terasa dekat dengan pemirsa global.[133] Naskahnya menggabungkan nilai-nilai tradisional seperti kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan kebenaran moral, dengan cita-cita modern mengenai kesetaraan, kemandirian, serta kemanusiaan internasional.[134] Di tengah situasi krisis, para tokoh utama lebih mendahulukan kewajiban profesi dan penyelamatan nyawa di atas urusan asmara.[135] Dengan menyisipkan unsur humor,[136] naskah ini bersandar pada melodrama konvensional dan pembagian peran gender tradisional, di mana "pria bertindak melindungi" dan "wanita menunggu".[137]

Seri ini menggambarkan Korea Selatan sebagai negara penjaga perdamaian yang maju dan berprinsip moral tinggi, serta turut menormalisasi penugasan pasukan ke luar negeri sebagai bagian wajar dari peran global Korea.[138] Ceritanya beresonansi kuat dengan generasi muda shinsedae (generasi baru), yang dinilai cenderung konservatif dalam isu keamanan namun memiliki rasa nasionalisme yang lebih percaya diri dibanding generasi-generasi sebelumnya.[93] Dengan menampilkan pemimpin Liga Arab secara simpatik serta menyinggung proyek-proyek konstruksi Korea di Timur Tengah pada era 1970-an, drama ini diposisikan sebagai langkah strategis untuk merambah pasar Arab bagi Gelombang Korea.[139] Serial ini juga mengangkat tema reunifikasi Korea,[1] aliansi AS–Korea Selatan,[2][140] patriotisme,[3] serta disiplin sosial tanpa memandang perbedaan status.[4][141]

Descendants of the Sun menggambarkan militer Korea Selatan dengan nuansa fantasi tanpa kekerasan internal, korupsi, atau penindasan yang realistis,[142] serta mempresentasikannya sebagai organisasi yang membina kaum muda dan mengubah kehidupan.[39] Serial ini kerap dibandingkan dengan "versi drama" dari acara ragam Real Man (2013–2016); meski menampilkan citra militer yang diidealkan, seri ini menjauhkan diri dari rutinitas kehidupan barak sehari-hari dan lebih memfokuskan narasinya sebagai melodrama kemanusiaan yang berpusat pada kisah asmara.[143] Kritikus Kwon Chang-gyu mencatat bahwa Yoo Shi-jin dikarakterisasi sebagai prajurit "terhormat" yang tindakan pembangkangan perintahnya merupakan sikap etis melawan kegagalan negara; tindakan semacam itu kemungkinan besar melanggar hukum militer di dunia nyata dan dipandang tidak realistis.[144]

Memanfaatkan komunikasi nonverbal untuk menyampaikan pesan humanisme,[136] seri ini menggambarkan budaya Korea yang dipengaruhi oleh ajaran Konfusianisme.[145] Hal ini tampak pada hierarki paternalistik ketika para senior memegang otoritas besar dan memiliki kewajiban untuk mengayomi bawahan mereka, kendati kekuasaan tersebut rentan disalahgunakan hingga merugikan bawahan secara tidak adil atau menekan mereka ke dalam situasi yang tidak etis.[146] Descendants of the Sun turut menggunakan berbagai motif budaya Korea,[147] yang menegaskan dominasi bahasa Korea dalam konteks-konteks tertentu.[5][148] Kehadiran hidangan kimci di Uruk mempertegas identitas Korea di perantauan sekaligus mempromosikannya kepada pemirsa global sebagai pintu gerbang pengenalan budaya Korea.[149] Tayangan ini juga memadukan tradisi kuliner tersebut dengan kebiasaan fotografi yang mengucapkan kata "kimci" alih-alih "cheese".[150]

Dengan menonjolkan pencapaian modern seraya mengesampingkan rekam jejak kemiskinan dan konflik masa lalu Korea Selatan, Descendants of the Sun membingkai penugasan militer ke luar negeri sebagai tolok ukur dari kemajuan status internasional bangsa.[151] Karakter wanita mengenakan busana modern yang tetap "sopan dan pantas" dengan menghindari pakaian yang terlalu terbuka; minimnya pengaruh kebarat-baratan ini memungkinkan penonton di berbagai kawasan Asia merasakan keterikatan emosional dan budaya.[152] Latar fiktif Uruk serta judul serial ini merujuk dan mencerminkan tema-tema dalam Wiracarita Gilgamesh seputar kekuasaan, kejayaan, persahabatan, cinta, dan kefanaan hidup.[94] Penggambaran proyek-proyek pembangunan yang dipimpin oleh pihak Korea di Uruk mencerminkan upaya promosi jenama nasional Seoul; Patrick Flamm menafsirkan representasi ini sebagai diplomasi publik yang bertujuan mengubah persepsi internasional terhadap Korea Selatan dari citra "diskon Korea" (Korea discount) menuju "jenama premium" (premium brand).[151]

5. Soundtrack orisinal

Memang sengaja ditulis soundtrack dan bukan jalur suara

Produser Song Dong-woon berkolaborasi dengan pengarah musik Gaemi dalam penggarapan soundtrack orisinal (OST). Song sebelumnya telah mengelola soundtrack untuk berbagai drama populer, termasuk The Chaser (2012), It's Okay, That's Love (2014), Three Days (2014), Pinocchio (2014–15), dan Who Are You: School 2015 (2015).[153] Proses pemilihan lagu dimulai lima hingga enam bulan sebelum penayangan perdana; Song menyaring sekitar 700 hingga 800 kandidat lagu menjadi sepuluh lagu utama dengan menyingkirkan karya yang dinilai kurang selaras dengan konsep drama. Lagu-lagu terpilih ini melalui proses revisi yang ekstensif, bahkan bagian refrainnya ditulis ulang hingga puluhan kali demi menyempurnakan kesesuaian suasana cerita.[154] Perusahaan produksi menargetkan pembuatan "album berkualitas tinggi yang bernilai koleksi" alih-alih sekadar lagu digital "konsumtif" sesaat.[153] Soundtrack ini dirilis secara berkala sebagai singel digital mingguan mulai 18 Februari 2016, dengan sejumlah lagu balada yang diperkaya oleh iringan piano serta ansambel orkestra berkekuatan 20 instrumen.[153][155]

Rilisan perdana dari album lagu tema ini, "Always" oleh Yoon Mi-rae, menjadi tema cinta bagi pasangan tokoh utama.[153] "Everytime" yang dibawakan oleh Chen dan Punch adalah lagu bertempo sedang dengan aransemen orkestra yang mengiringi momen-momen romantis antara Yoo Shi-jin dan Kang Mo-yeon.[156] "This Love" (이 사랑) oleh Davichi memadukan alunan piano dan orkestra untuk menonjolkan dinamika hubungan penuh emosi antara Seo Dae-young dan Yoon Myung-joo.[155] "You Are My Everything" oleh Gummy berfungsi sebagai lagu tema utama pasangan pemeran utama dengan lirik yang melukiskan takdir asmara mereka.[157] "Once Again" (다시 너를) oleh Kim Na-young dan Mad Clown menjadi pengiring bagi kisah Dae-young dan Myung-joo yang kerap muncul dalam adegan-adegan kilas balik, memadukan ketukan musik hip hop dengan pembawaan rap yang emosional.[158][159]

"Talk Love" (말해! 뭐해?) oleh K.Will adalah lagu pop bertempo sedang yang ceria, menampilkan alunan siulan dan ritme gitar dinamis; liriknya menggambarkan dinamika tarik-ulur dalam hubungan percintaan.[160] "With You" oleh Lyn menjadi lagu tema cinta bagi Shi-jin dan Mo-yeon dengan aransemen yang kian intens demi memperdalam resonansi emosional.[161][162] "By My Side" (사랑하자) oleh SG Wannabe dipersembahkan bagi kisah Dae-young dan Myung-joo, merefleksikan hubungan mereka yang penuh liku melalui iringan piano dan orkestra.[163][164] "Wind Beneath Your Wings" (그대, 바람이 되어) oleh M.C the Max menampilkan dinamika melodi yang berubah-ubah untuk mengiringi saat-saat genting pasangan utama.[165] Singel penutup, "How Can I Love You" yang dibawakan oleh XIA, merupakan lagu balada jaz yang mengiringi adegan romantis bagi pasangan utama maupun pendukung.[166]

Selama masa penayangan, Gaemi dan sutradara Lee Eung-bok merekam ulang empat lagu utama demi menyempurnakan sinkronisasi adegan dalam drama. Penyesuaian tersebut meliputi pengubahan lirik serta tangga nada dasar, dengan tahap pemasteran akhir dilakukan di Amerika Serikat.[167] Music&New merilis soundtrack ini dalam media CD yang dibagi menjadi dua volume, masing-masing pada 24 Maret dan 21 April 2016.[168][169] Hingga akhir tahun 2016, menurut Gaon Chart, total penjualan gabungan kedua volume album tersebut menembus angka 80.198 kopi di Korea Selatan.[170] Dua konser tema soundtrack diselenggarakan pada 14 Mei 2016, menampilkan aksi panggung langsung serta kehadiran jajaran pemeran, termasuk Jin Goo dan Kim Ji-won.[171]

Descendants of the Sun Special Vol. 1
Album lagu tema karya Berbagai artis
Dirilis24 Maret 2016 (2016-03-24)
GenreSoundtrack
Durasi68:52
LabelMusic&NEW, OU Entertainment
Descendants of the Sun – Original Soundtrack Vol. 1[168]
No.JudulArtisDurasi
1."Always"Yoon Mi-rae3:25
2."Everytime"Chen dan Punch3:08
3."This Love" (이 사랑)Davichi3:46
4."You Are My Everything"Gummy4:00
5."Once Again" (다시 너를)Kim Na-young menampilkan Mad Clown3:55
6."Save the Day"Gaemi3:20
7."Mission Part 1"Gaemi4:25
8."Time Is Running Out"Gaemi3:29
9."Hidden Genius"Gaemi4:53
10."Endless War"Gaemi2:48
11."My Everything"Gaemi2:54
12."Heart Break"Gaemi4:16
13."Military Dignity"Gaemi2:08
14."Mission Part 2"Gaemi6:14
15."I Love You"Gaemi2:53
16."Aroma"Gaemi1:56
17."War of Tomorrow"Gaemi3:58
18."The Lover"Gaemi3:25
19."You Are My Everything (versi bahasa Inggris)"Gummy4:00
Total durasi:1:08:52
Descendants of the Sun Special Vol. 2
Album lagu tema karya Berbagai artis
Dirilis21 April 2016 (2016-04-21)
GenreSoundtrack
Durasi63:32
LabelMusic&NEW, OU Entertainment
Descendants of the Sun – Original Soundtrack Vol. 2[169]
No.JudulArtisDurasi
1."Talk Love" (말해! 뭐해?)K.Will3:37
2."With You"Lyn4:15
3."By My Side" (사랑하자)SG Wannabe3:46
4."Wind Beneath Your Wings" (그대, 바람이 되어)M.C the Max3:55
5."How Can I Love You"XIA4:20
6."No More War"Gaemi3:52
7."Always I Love You"Gaemi2:42
8."Fighter"Gaemi2:32
9."Mission 2 Epic Tension"Gaemi4:45
10."Lonely Road"Gaemi4:18
11."Vital Fantasy"Gaemi3:01
12."Love You 2"Gaemi2:58
13."Don't Forget Me"Gaemi3:30
14."Time Is Running Out (Version 2)"Gaemi3:41
15."Attention (Mission Version)"Gaemi3:25
16."Move Forward"Gaemi3:41
17."Freedom"Gaemi3:40
18."Attention O.R.I"Gaemi1:51
Total durasi:1:03:32
Daftar singel dari soundtrack Descendants of the Sun
Judul Posisi puncak
tangga lagu
Penjualan Tanggal rilis Keterangan
Gaon
"Always" (Yoon Mi-rae)[172] 2
  • KOR (DL): 1.454.125+[173]
18 Februari 2016 (2016-02-18)[153]
Bagian 1
"Everytime" (Chen dan Punch)[174] 1
  • KOR (DL): 1.241.255+[173]
25 Februari 2016 (2016-02-25)[156]
Bagian 2
"This Love" (Davichi)[175] 1
  • KOR (DL): 2.500.000+[176]
3 Maret 2016 (2016-03-03)[155]
Bagian 3
"You Are My Everything" (Gummy)[177] 1
  • KOR (DL): 1.600.720+[173]
10 Maret 2016 (2016-03-10)[157]
Bagian 4
"Once Again" (Kim Na-young menampilkan Mad Clown)[178] 2
  • KOR (DL): 1.056.319+[173]
17 Maret 2016 (2016-03-17)[159]
Bagian 5
"Talk Love" (K.Will)[178] 1
  • KOR (DL): 1.347.821+[173]
18 Maret 2016 (2016-03-18)[160]
Bagian 6
"With You" (Lyn)[178] 15
  • KOR (DL): 532.924+[6]
24 Maret 2016 (2016-03-24)[161]
Bagian 7
"By My Side" (SG Wannabe)[182] 8 31 Maret 2016 (2016-03-31)[164]
Bagian 8
"Wind Beneath Your Wings" (M.C the Max)[183] 7
  • KOR (DL): 552.802+[7]
7 April 2016 (2016-04-07)[165]
Bagian 9
"How Can I Love You" (XIA)[183] 1 14 April 2016 (2016-04-14)[166]
Bagian 10

6. Penayangan

6.1. Promosi

Selama fase produksi, cuplikan di balik layar serta foto adegan yang menampilkan jajaran pemeran dirilis secara daring.[186][187][188] Pada 24 Desember 2015, NEW merilis video promosi berdurasi 20 detik di Facebook yang menyoroti chemistry romantis antara Song Joong-ki dan Song Hye-kyo.[189] Perusahaan tersebut melanjutkannya dengan merilis klip serupa berdurasi 23 detik pada 29 Desember.[190] Cuplikan resmi perdana untuk Descendants of the Sun ditayangkan di ajang KBS Drama Awards 2015.[191] Pada 8 Januari 2016, NEW merilis video penggoda yang berfokus pada dinamika emosional antara Jin Goo dan Kim Ji-won.[192] Video promosi berikutnya yang memperkenalkan gaya penampilan, latar belakang, dan kepribadian tokoh yang diperankan oleh Song Hye-kyo dan Song Joong-ki masing-masing dirilis pada 15 Januari dan 21 Januari.[193][194] Poster promosi resmi diluncurkan pada 1 Februari 2016, memperlihatkan Song Joong-ki yang berlutut untuk mengikat tali sepatu Song Hye-kyo di tengah latar kawasan yang dilanda bencana.[195]

Pada 5 Februari 2016, cuplikan utama dirilis di Naver TV Cast.[196] Klip hitung mundur singkat di balik layar kemudian dirilis pada 12 Februari.[197] Tim produksi terus merilis rangkaian gambar promosi, termasuk penampilan Onew dalam perannya sebagai dokter,[198] keserasian antara Jin Goo dan Kim Ji-won,[199] persahabatan antara Jin Goo dan Song Joong-ki,[200] serta keakraban antara Song Hye-kyo dan Kim Ji-won.[201] Pada 17 Februari 2016, KBS merilis poster individual yang menampilkan empat karakter utama dan menayangkan pratinjau serial tepat setelah penayangan episode terakhir drama sejarah The Merchant: Gaekju 2015.[202][203] Poster promosi kedua yang menampilkan Song Joong-ki mencium Song Hye-kyo dirilis sehari menjelang penayangan perdananya.[204]

6.2. Penyiaran

Jadwal penayangan Descendants of the Sun sempat beberapa kali ditunda selama masa produksi.[8] Seri ini akhirnya tayang setiap hari Rabu dan Kamis di KBS2, mengisi slot waktu yang sebelumnya ditempati oleh The Merchant: Gaekju 2015.[208] Penayangannya berlangsung dari 24 Februari hingga 14 April 2016.[19] Menyusul berakhirnya seri utama, KBS menyiarkan tiga episode spesial dari tanggal 20 hingga 22 April 2016, yang menampilkan sorotan proses produksi dan konten di balik layar.[209] KBS dan NEW menyepakati rasio bagi hasil sebesar 40:60 untuk pendapatan distribusi dan hak cipta, sebuah perbedaan dari kelaziman industri di mana lembaga penyiaran biasanya mempertahankan sebagian besar hak siar.[210] Secara internasional, hak siar terjual ke Jepang dengan nilai sekitar ₩2 miliar,[211] tempat serial ini ditayangkan di CS Channel dari 21 Juni hingga 9 Agustus 2016, dengan penayangan ulang yang dimulai pada 27 September.[212] Di Vietnam, DID TV bermitra dengan Televisi Kota Ho Chi Minh untuk memperoleh hak siar, menayangkan versi sulih suara di HTV2 mulai 21 April 2016.[213] Menjelang akhir Maret 2016, hak siar serial ini telah terjual ke 32 negara.[214]

6.3. Distribusi lainnya

iQIYI, anak perusahaan penyiaran video daring milik Baidu, membeli hak penayangan eksklusif di Tiongkok dengan harga sekitar US$250.000 per episode, yang menutupi sekitar 40% dari total biaya produksi. Melalui penayangan di iQIYI secara bersamaan dengan siaran perdananya di Korea Selatan, Descendants of the Sun menjadi drama Korea pertama yang tayang serentak di Korea Selatan dan Tiongkok.[115] Akibat regulasi konten yang ketat di Tiongkok, sejumlah adegan dipotong,[215] salah satunya adalah adegan perkelahian berdurasi tiga menit yang melibatkan prajurit Korea Utara pada episode pertama yang ditiadakan karena pertimbangan politis.[216] Pada September 2016, serial ini mulai tersedia untuk penyiaran daring internasional di Netflix.[217]

Pada 30 April 2016, Wisdom House menerbitkan buku pendamping berjudul Descendants of the Sun Photo Essay.[218] Segera setelah dirilis, beberapa pembeli menyampaikan keluhan mengenai kualitas cetakan yang buruk serta tata letak penyuntingan yang mengecewakan, dengan sebagian di antaranya mengajukan pengembalian dana.[219][220] Novelisasi serial ini yang dibagi menjadi dua volume dan disunting oleh Son Hyun-kyung diterbitkan oleh Wisdom House pada 7 Juli 2016.[221][222] Seri ini dirilis dalam format DVD dan Blu-ray edisi potongan sutradara (director's cut) di Korea Selatan pada 14 Februari 2017. Versi video rumahan juga dipasarkan di sejumlah negara internasional termasuk Jepang, Taiwan, Singapura, dan Malaysia.[223][224] Meskipun rencana adaptasi film berdurasi dua jam dan musim sekuel sempat diumumkan, kedua proyek tersebut tidak terealisasi.[225][226]

7. Penerimaan

7.1. Kinerja komersial

Pada tahun 2016, Descendants of the Sun tercatat sebagai drama Korea dengan pendapatan tertinggi di antara seluruh konten Hallyu.[227] Hingga 23 Maret 2016, tim produksi telah berhasil menutup biaya produksinya sebesar ₩13 miliar dan meraup laba tambahan lebih dari ₩10 miliar melalui penjualan hak ekspor ke 27 negara serta berbagai aktivitas promosi.[131] Menjelang akhir masa penayangannya, serial ini diperkirakan meraup pendapatan sebesar ₩3,5 miliar dari penempatan produk iklan dan sekitar ₩9,6 miliar dari penjualan slot iklan, yang terdiri atas ₩6,6 miliar selama penayangan perdana dan proyeksi ₩3 miliar dari penayangan ulang.[97][228] Soundtrack orisinalnya meraih pendapatan hingga ₩12 miliar pada tahun 2016, menyumbang sekitar 58% dari total penjualan pasar soundtrack pada tahun tersebut.[229] Album soundtrack tersebut juga mencetak kesuksesan besar di Tiongkok; di platform musik KuGou saja, paket soundtrack ini terjual lebih dari 260.000 unit, menghasilkan pendapatan sekitar ₩916 juta hingga pertengahan April 2016.[230]

7.2. Tanggapan kritis

7.2.1. Korea Selatan

Descendants of the Sun meraih kesuksesan komersial dan kritis di Korea Selatan, serta dipuji atas kualitas akting, dialog, dan gaya produksi prarekamnya.[93] Para kritikus menilai bahwa serial ini memperbarui genre "melodrama bencana"; Lee Eun-joo dari Seoul Shinmun mengamati bahwa meskipun Kim Eun-sook tetap mempertahankan kiasan "kisah Cinderella" khasnya, ia menyegarkan narasinya dengan menampilkan karakter-karakter wanita yang mandiri serta konteks profesional militer-medis.[231] Senada dengan itu, Kim Seon-young dari Hankyoreh memuji serial ini karena berhasil memadukan unsur spionase dan drama medis guna memperkuat fondasi elemen romantisnya sehingga mampu menarik khalayak penonton yang lebih luas.[232] Kritikus Jeong Deok-hyun dan Yoon Seok-jin mengaitkan popularitasnya dengan alur cerita bertempo cepat yang menggantikan formula klise cinta segitiga dengan konflik internasional dan bencana alam sebagai pemicu utama ketegangan.[231]

Penampilan akting Song Joong-ki secara luas diakui sebagai faktor kunci keberhasilan serial ini. Ha Jae-geun mengemukakan bahwa ketegasan karakter tersebut beresonansi dengan para penonton yang telah jenuh terhadap dinamika "tarik-ulur" asmara yang biasa.[233] Jeong Deok-hyun mencatat bahwa kondisi fisik prima Song pascamenjalani dinas militer membantunya menyampaikan pesan utama drama secara meyakinkan.[231] Kim Seon-young menggambarkan tokoh utama tersebut sebagai pembaruan sosok yang santun dan "misterius" jika dibandingkan dengan tokoh utama pria karya Kim Eun-sook sebelumnya yang cenderung kasar,[232] sementara Jeong menegaskan bahwa karakter tersebut memuaskan kerinduan masyarakat akan figur "pahlawan sejati" pascatragedi tenggelamnya kapal feri Sewol.[234] Karakter Kang Mo-yeon dipuji sebagai sosok perempuan yang "maju" yang dicirikan oleh pertumbuhan bersama alih-alih konflik antarkelas; kendati demikian, Kim mencatat bahwa perannya tampak kian tersubordinasi di bawah tokoh utama pria seiring berjalannya alur cerita.[232]

Serial ini menuai kritik naratif, dengan para kritikus menilai bahwa drama ini tetap mempertahankan kelemahan genre seperti minimnya realisme dan romansa "vegetarian".[234] Yoon Seok-jin berpendapat bahwa unsur bencana dan melodramanya diulang secara "mekanis" alih-alih terintegrasi secara organik, menyebabkan taruhan emosional yang lebih luas menjadi lenyap.[231] Kritikus budaya Jeong Hae-yoon mengkritik "kemiskinan imajinasi" di industri drama, seraya mencatat bahwa realisme militer dikorbankan demi romansa yang formulasis untuk mendongkrak perolehan rating pemirsa.[235] Kendati kritikus musik Kang Tae-gyu memuji sinergi antara visual dan musiknya, ia menilai "kelengkapan" serial ini masih kurang akibat keputusan produksi yang terlalu menyasar pasar Tiongkok.[236] Bae Seon-yeong dari Sports Chosun memberikan penilaian yang lebih tajam dengan melabelinya sebagai karya terburuk Kim Eun-sook akibat lemahnya logika alur cerita, penempatan produk iklan yang berlebihan, serta kualitas CGI yang tidak mengesankan.[237]

7.2.2. Internasional

Lakshana N. Palat dari The Indian Express mengaitkan kesuksesan serial ini dengan chemistry yang "memikat" (electrifying) antara Song Joong-ki dan Song Hye-kyo, seraya mencatat bahwa kepiawaian mereka dalam menyampaikan hasrat lewat tatapan mata berhasil mengangkat serial ini melampaui drama-drama romantis yang sekadar "manis klise" (saccharine).[238] The Republican Post turut melayangkan pujian serupa kepada para pemeran utama,[239] sementara Marcus Goh dari Yahoo! Life menggambarkan sinematografinya sebagai "pesta visual", kendati ia menilai dinamika hubungan antara karakter pendukung Sang-hyun dan Ja-ae terasa lebih "organik" daripada kisah asmara intinya.[240]

Para kritikus juga menyoroti kedalaman tematik serial ini. Akademisi Chen Youjun berpendapat bahwa serial ini melampaui kisah romansa biasa dengan membingkai narasi seputar pertentangan antara tugas kenegaraan dan etika kedokteran.[136] Foong Woei Wan dari The Straits Times menyebutnya sebagai "fantasi orang dewasa", seraya mencatat bahwa para tokoh utama didefinisikan oleh kewajiban profesional alih-alih kiasan "pahlawan super".[241] Dalam ulasannya untuk Wen Wei Po, Yun Feiyang memuji perpaduan detail realistis dengan "ilusi romantis", khususnya menyoroti "kesadaran feminis" dan sifat proaktif Kang Mo-yeon.[242]

Narasinya menuai kritik yang cukup tajam, di mana Goh menyinggung rintangan cerita yang "konyol", adanya rumpang alur, serta tata musik yang "ketinggalan zaman", seraya menggambarkan karakter Mo-yeon yang terkesan "cempreng dan menjengkelkan".[240] Foong menganggap episode terakhirnya sebagai pengisi cerita yang "biasa saja" dan mengorbankan ketegangan demi menyajikan momen reuni yang sekadar memuaskan penggemar.[241] Palat mengamini pandangan serupa, berargumen bahwa serial ini memanfaatkan "pemanis yang membingungkan" untuk menutupi penceritaan yang dangkal serta mengesampingkan karakter-karakter pendukung yang potensial.[238] Dari sudut pandang politis, Patrick Flamm mengkritik diabaikannya konteks sejarah dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, seraya menilai bahwa penggambaran seorang tentara AS sebagai sosok penjahat berfungsi untuk menegaskan otoritas moral independen Korea Selatan.[94]

7.3. Jumlah penonton

Menjelang penayangan episode terakhirnya pada April 2016, Descendants of the Sun telah melampaui 2,67 miliar penayangan kumulatif di iQIYI.[243] Di dalam negeri, serial ini menjadi miniseri pertama yang melampaui rating pemirsa 30% sejak Moon Embracing the Sun (2012) di MBC, kendati rating akhirnya masih berada di bawah rekor puncak 42,2% yang dicatatkan drama tersebut. Drama ini mencatatkan preseden baru di industri yang saat itu tengah mengalami tren penurunan rating penonton; ketika serial yang meraih rating di kisaran pertengahan 10% sudah dianggap sukses, Descendants of the Sun justru mencatatkan rating nasional akhir sebesar 38,8% dan rating wilayah ibu kota sebesar 41,6%. Pangsa pemirsanya mencapai 58% secara nasional dan 61% di wilayah ibu kota.[244]

Rata-rata peringkat pemirsa TV (Korea Selatan)
Ep. Tanggal siaran perdana Rata-rata pangsa pemirsa
TNMS[245] AGB Nielsen[246]
Nasional Seoul Nasional Seoul
1 24 Februari 2016 (2016-02-24) 12,6% (ke-7) 12,7% (ke-4) 14,3% (ke-4) 14,4% (ke-4)
2 25 Februari 2016 (2016-02-25) 13,5% (ke-6) 14,5% (ke-4) 15,5% (ke-3) 16,0% (ke-4)
3 2 Maret 2016 (2016-03-02) 21,8% (ke-2) 22,7% (ke-1) 23,4% (ke-2) 24,6% (ke-2)
4 3 Maret 2016 (2016-03-03) 22,9% (ke-2) 23,5% (ke-2) 24,1% (ke-2) 25,1% (ke-2)
5 9 Maret 2016 (2016-03-09) 24,6% (ke-2) 26,3% (ke-1) 27,4% (ke-1) 29,2% (ke-1)
6 10 Maret 2016 (2016-03-10) 25,4% (ke-2) 27,6% (ke-1) 28,5% (ke-1) 29,8% (ke-1)
7 16 Maret 2016 (2016-03-16) 27,0% (ke-2) 28,9% (ke-1) 28,3% (ke-1) 30,1% (ke-1)
8 17 Maret 2016 (2016-03-17) 25,9% (ke-2) 28,7% (ke-1) 28,8% (ke-1) 30,5% (ke-1)
9 23 Maret 2016 (2016-03-23) 29,7% (ke-1) 32,3% (ke-1) 30,4% (ke-1) 31,0% (ke-1)
10 24 Maret 2016 (2016-03-24) 28,8% (ke-1) 31,0% (ke-1) 31,6% (ke-1) 33,3% (ke-1)
11 30 Maret 2016 (2016-03-30) 29,1% (ke-2) 31,3% (ke-1) 31,9% (ke-1) 33,5% (ke-1)
12 31 Maret 2016 (2016-03-31) 31,1% (ke-1) 33,9% (ke-1) 33,0% (ke-1) 34,3% (ke-1)
13 6 April 2016 (2016-04-06) 30,4% (ke-1) 33,7% (ke-1) 33,5% (ke-1) 35,0% (ke-1)
14 7 April 2016 (2016-04-07) 31,1% (ke-1) 33,5% (ke-1) 33,0% (ke-1) 35,6% (ke-1)
15 13 April 2016 (2016-04-13) 31,1% (ke-1) 35,6% (ke-1) 34,8% (ke-1) 37,5% (ke-1)
16 14 April 2016 (2016-04-14) 35,3% (ke-1) 40,5% (ke-1) 38,8% (ke-1) 41,6% (ke-1)
Rata-rata 26,3% 28,5% 28,6% 30,1%
Episode spesial
1 20 April 2016 (2016-04-20) 15,3% (ke-5) 16,6% (ke-4) 17,7% (ke-4) 19,5% (ke-3)
2 21 April 2016 (2016-04-21) 12,3% (ke-6) 13,9% (ke-5) 13,6% (ke-5) 14,7% (ke-5)
3 22 April 2016 (2016-04-22) 10,9% (ke-7) 11,8% (ke-6) 12,2% (ke-5) 13,2% (ke-6)
Biru menunjukkan peringkat terendah, merah menunjukkan peringkat tertinggi, dan angka dalam tanda kurung menunjukkan peringkat penayangan program.

7.4. Penghargaan dan nominasi

Pada Penghargaan Seni Baeksang ke-52, Descendants of the Sun memenangkan Hadiah Utama untuk Televisi (Daesang), serta menerima sejumlah nominasi termasuk Drama Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, dan Penulis Naskah Terbaik.[247][248] Serial ini meraih penghargaan Drama Terbaik di Korea Drama Awards ke-9.[249] Drama ini juga menyapu bersih kemenangan di KBS Drama Awards 2016, di mana pemeran utama Song Joong-ki dan Song Hye-kyo berbagi Hadiah Utama.[250][251] Seri ini turut memenangkan Drama Terbaik di Korean Broadcasting Grand Prize ke-43[252] dan Hadiah Utama untuk Keunggulan Produksi dari Korea Communications Commission Broadcasting Awards.[253] Kedua pemeran utama juga dianugerahi Penghargaan Presiden di Korean Popular Culture and Arts Awards.[254] Di tingkat internasional, drama ini meraih gelar Seri Drama Terbaik di Asian Television Awards ke-21,[255] serta Drama Korea Unggulan di Seoul International Drama Awards ke-11.[256]

7.5. Kontroversi

Serial ini menuai kritik atas penempatan produk iklan yang terlalu mencolok.[151] Menyusul kembalinya alur cerita ke Korea Selatan pada episode 13, para kritikus dan penonton berpendapat bahwa kemunculan produk yang terlalu sering, termasuk ginseng merah, kacang almon, dan mobil, terasa dipaksakan serta merusak penghayatan penonton, khususnya pada adegan-adegan penting yang menegangkan.[9] Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC) kemudian meninjau masalah tersebut.[260] Kim Won-seok membantah adanya maksud politik terkait anggapan militerisme dalam tayangan tersebut, seraya menyatakan bahwa tujuannya adalah menggambarkan tanggapan suatu negara terhadap bencana. Kim mengakui bahwa penempatan produk memang tidak terintegrasi secara mulus ke dalam jalan cerita seperti yang diharapkan.[261]

Menyusul penayangan perdana, sejumlah penonton mengeluhkan suara musik latar yang terlalu keras hingga menutupi kejelasan dialog; produser Ham Young-hoon berjanji untuk memeriksa dan menyesuaikan kembali keseimbangan tata audionya.[262] Pada episode 8, adegan saat karakter Seo Dae-young melontarkan umpatan sempat memicu perdebatan. Meskipun sebagian pihak menganggap makian tersebut selaras dengan konteks emosi cerita, KCSC menerbitkan sanksi administratif berupa "rekomendasi" atas pelanggaran regulasi kesopanan bahasa penyiaran.[263] Di Vietnam, kepopuleran drama ini memantik diskusi mengenai peran historis Korea Selatan dalam Perang Vietnam. Kendati seorang jurnalis berpendapat bahwa serial ini mengabaikan kejahatan perang masa lalu yang dilakukan oleh tentara Korea, banyak penonton membantah anggapan tersebut dengan menekankan bahwa drama ini berfokus pada misi fiktif pasukan penjaga perdamaian PBB yang sama sekali tidak berhubungan dengan konflik masa lalu tersebut.[151][264][265]

Penonton mengidentifikasi beberapa poin alur cerita yang tidak realistis, seperti helikopter yang mendarat di atap rumah sakit demi menjemput seorang kapten, aksi manuver mobil yang mustahil secara fisika, teknik CPR yang keliru, serta pembangkangan tokoh utama terhadap perintah militer.[266][267] Para pria Korea Selatan yang telah menyelesaikan wajib militer menggambarkan drama ini "jauh dari kenyataan", seraya mengibaratkan ketidakakuratannya seperti "membicarakan ilmu sains saat sedang menonton kartun".[268] Park Young-woong dari Sports Q mengkritik alur perkembangan karakter Lee Chi-hoon yang dinilai "dipaksakan", seraya mencatat bahwa penonton sulit berempati ketika karakter tersebut dicap sebagai pengecut hanya karena gagal melakukan penyelamatan dalam situasi yang mustahil.[41]

8. Warisan

8.1. Dampak ekonomi dan budaya

Descendants of the Sun menghasilkan dampak ekonomi yang substansial di Korea Selatan pada tahun 2016. Bank Ekspor-Impor Korea memperkirakan serial ini menghasilkan efek ekonomi senilai ₩1 triliun,[269] sementara analisis lain, yang turut memperhitungkan manfaat tak berwujud seperti pelabelan merek nasional, menaksir nilainya mencapai ₩3 triliun.[270] Serial ini turut mengubah perilaku konsumen Tiongkok; tingginya permintaan pemirsa terhadap produk suplemen kesehatan dan mode yang ditampilkan memicu lonjakan penjualan langsung secara daring serta pengeluaran pariwisata pada awal tahun 2016.[271] Menyusul pencabutan larangan ekspor selama satu dekade pada tahun 2015, penayangan hidangan samgyetang dalam drama ini dinilai berhasil mendongkrak popularitas dan ekspor hidangan tersebut ke Tiongkok.[272]

Serial ini memberikan keuntungan besar bagi platform penyiaran daring Tiongkok iQIYI, di mana jumlah pelanggan berbayar melonjak dari 10 juta menjadi 15 juta selama masa penayangan drama tersebut. Media Tiongkok memperkirakan iQIYI meraup pendapatan setidaknya ₩35 miliar dari serial ini.[273] Penempatan produk iklan mencatatkan lonjakan penjualan yang drastis di Korea Selatan dan Tiongkok,[10] memicu konglomerat toko bebas bea, kosmetik, dan maskapai penerbangan terkemuka saling bersaing untuk mengontrak para pemeran utama sebagai model promosi. Beberapa merek kecantikan yang terafiliasi melaporkan kenaikan penjualan sebesar 50%, dengan produk-produk yang ditampilkan ludes terjual di pasar internasional.[277] Serial ini juga bertransformasi menjadi sarana promosi jenama nasional; aktor utama Song Joong-ki ditunjuk sebagai duta utama kampanye pariwisata internasional,[151] sementara bekas lokasi syuting di Taebaek dan DMZ Paju dikembangkan menjadi kawasan tujuan wisata.[121][278]

Popularitas Song Joong-ki di Tiongkok membuat para penggemar menjulukinya sebagai "Suami Bangsa" (Nation's Husband).[277] Kementerian Keamanan Publik Tiongkok bahkan mengeluarkan peringatan di Weibo mengenai fenomena "mabuk kepayang Song Joong-ki" (Song Joong-ki lovesickness), seraya mengingatkan bahwa obsesi berlebihan terhadap aktor tersebut telah memicu perselisihan rumah tangga.[279] Sebaliknya, surat kabar Tentara Pembebasan Rakyat memuji serial ini sebagai "iklan layanan masyarakat yang luar biasa" serta sarana perekrutan prajurit yang efektif.[280] Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengapresiasi drama ini karena mampu menginspirasi rasa patriotisme dan menyarankan adanya dukungan pemerintah bagi produksi serupa yang "bermanfaat secara sosial".[281] Presiden Park Geun-hye mengemukakan bahwa serial ini membangkitkan minat masyarakat internasional terhadap kebudayaan Korea,[282] dan kemudian menyebut pasukan penjaga perdamaian PBB asal Korea Selatan yang bertugas di Sudan Selatan sebagai "keturunan matahari yang sesungguhnya".[283]

8.2. Dampak industri

Descendants of the Sun merupakan drama Korea berskala besar pertama yang berpusat pada operasi pemeliharaan perdamaian, yang menampilkan Korea Selatan sebagai pihak aktif dalam kebijakan luar negeri global.[283] Pendekatan ini menandai perubahan orientasi dari serial-serial militer terdahulu seperti Iris (2009) dan Athena: Goddess of War (2010–2011) yang lebih menitikberatkan kisahnya pada konflik antarkedua Korea.[93] Drama ini dinilai sebagai representasi kebangkitan Korea Selatan sebagai kekuatan menengah, yang memadukan misi fiktif dengan penegasan identitas nasional.[283] Keberhasilan komersialnya menjadikan serial ini sebagai salah satu objek kajian akademik yang sering diteliti, khususnya di Tiongkok, di mana para peneliti menganalisisnya sebagai contoh pemanfaatan tayangan televisi untuk memproyeksikan kekuatan lunak (soft power).[134]

Produksi serial ini menunjukkan pergeseran dari keterbatasan pasar domestik menuju koproduksi internasional.[284] Dengan mengarahkan pemirsa ke platform resmi dan memfasilitasi penindakan terhadap pembajakan, keberhasilannya membuktikan bahwa penyiaran serentak di Tiongkok dan Korea Selatan mampu mengoptimalkan pendapatan. Sebagai kesuksesan besar pertama dari model 100% praproduksi, serial ini memvalidasi strategi yang didorong oleh kebutuhan memenuhi sensor di Tiongkok. Hal ini memicu lonjakan judul-judul drama praproduksi yang menyasar pasar Tiongkok, termasuk Uncontrollably Fond, Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo, Saimdang, Memoir of Colors, dan Hwarang: The Poet Warrior Youth.[87] Kendati demikian, serial-serial praproduksi berikutnya kerap mencatatkan performa di bawah ekspektasi, yang melahirkan istilah industri "kutukan praproduksi" (pre-production jinx). Hambatan bagi drama-drama semacam ini adalah ketidakmampuannya untuk mengikuti tren terkini serta adanya ketidaksesuaian musim, seperti adegan musim dingin yang ditayangkan pada musim panas. Oleh karena itu, Descendants of the Sun tetap menjadi pengecualian langka dalam format praproduksi.[285]

Di tengah kesuksesan drama tersebut, Netflix mengumumkan rencana untuk mengembangkan konten orisinal Korea seraya mengamankan hak distribusi internasional untuk serial ini.[286][287][288] Pemeran utama Song Joong-ki dan Song Hye-kyo, yang awalnya membantah rumor kencan, mengumumkan pertunangan mereka pada 5 Juli 2017.[289] Menanggapi kabar tersebut, saluran kabel KBS Drama menayangkan siaran maraton serial ini selama dua hari berturut-turut.[290] Pasangan ini resmi bercerai pada 22 Juli 2019.[291]

8.3. Adaptasi

Pada Juli 2016, rencana pembuatan film adaptasi Tiongkok yang diproduksi oleh Huace Film & TV serta disutradarai oleh Zhang Yibai sempat diumumkan, kendati proyek tersebut belum kunjung terealisasi.[292] Di Filipina, serial ini diadaptasi menjadi Descendants of the Sun: The Philippine Adaptation, yang disiarkan dari 10 Februari hingga 25 Desember 2020.[293] Jajaran pemeran utamanya meliputi Jennylyn Mercado, Dingdong Dantes, Rocco Nacino, dan Jasmine Curtis-Smith.[294] Versi adaptasi Filipina ini memenangkan penghargaan Drama Asing Paling Populer Tahun Ini di ajang Seoul International Drama Awards ke-15.[295]

Adaptasi versi Vietnam yang berjumlah 48 episode ditayangkan dari 29 September hingga 19 November 2018.[296][297] Disutradarai oleh Trần Bửu Lộc, pembuatan ulang ini dibintangi oleh Song Luân, Khả Ngân, Hữu Vi, dan Cao Thái Hà.[298] Serial Vietnam ini menuai beragam tanggapan bercampur selama masa penayangannya.[299][300] Kementerian Pertahanan Nasional Vietnam sempat meminta stasiun penyiaran VTC untuk merevisi kekeliruan dalam serial tersebut perihal etiket, regulasi, dan representasi citra Tentara Rakyat Vietnam.[301] Hak siar versi adaptasi Vietnam ini kemudian diakuisisi oleh iQIYI dan Netflix, yang menyunting ulangnya menjadi 24 episode berdurasi satu jam.[302]

Adaptasi versi Indonesia mulai menjalani proses syuting sejak April 2026 di bawah arahan sutradara Hanung Bramantyo, serta dibintangi oleh Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama.[303]

Catatan

  1. ↑
  2. ↑
  3. ↑
  4. ↑
  5. ↑
  6. ↑
  7. ↑
  8. ↑
  9. ↑
  10. ↑
  11. ↑
  12. ↑
  13. ↑
  14. ↑
  15. ↑
  16. ↑
  17. ↑
  18. ↑
  19. ↑
  20. ↑
  21. ↑
  22. ↑
  23. ↑
  24. ↑
  25. ↑
  26. ↑
  27. ↑
  28. ↑
  29. ↑
  30. ↑
  31. ↑
  32. ↑
  33. ↑
  34. ↑
  35. ↑
  36. ↑
  37. ↑
  38. ↑
  39. ↑
  40. ↑
  41. ↑
  42. ↑
  43. ↑
  44. ↑
  45. ↑
  46. ↑
  47. ↑
  48. ↑
  49. ↑
  50. ↑
  51. ↑
  52. ↑
  53. ↑
  54. ↑
  55. ↑
  56. ↑
  57. ↑
  58. ↑
  59. ↑
  60. ↑
  61. ↑
  62. ↑
  63. ↑
  64. ↑
  65. ↑
  66. ↑
  67. ↑
  68. ↑
  69. ↑
  70. ↑
  71. ↑
  72. ↑
  73. ↑
  74. ↑
  75. ↑
  76. ↑
  77. ↑
  78. ↑
  79. ↑
  80. ↑
  81. ↑
  82. ↑
  83. ↑
  84. ↑
  85. ↑
  86. ↑
  87. ↑
  88. ↑
  89. ↑
  90. ↑
  91. ↑
  92. ↑
  93. ↑
  94. ↑
  95. ↑
  96. ↑
  97. ↑
  98. ↑
  99. ↑
  100. ↑
  101. ↑
  102. ↑
  103. ↑
  104. ↑
  105. ↑
  106. ↑
  107. ↑
  108. ↑
  109. ↑
  110. ↑
  111. ↑
  112. ↑
  113. ↑
  114. ↑
  115. ↑
  116. ↑
  117. ↑
  118. ↑
  119. ↑
  120. ↑
  121. ↑
  122. ↑
  123. ↑
  124. ↑
  125. ↑
  126. ↑
  127. ↑
  128. ↑
  129. ↑
  130. ↑
  131. ↑
  132. ↑
  133. ↑
  134. ↑
  135. ↑
  136. ↑
  137. ↑
  138. ↑
  139. ↑
  140. ↑
  141. ↑
  142. ↑
  143. ↑
  144. ↑
  145. ↑
  146. ↑
  147. ↑
  148. ↑
  149. ↑
  150. ↑
  151. ↑
  152. ↑
  153. ↑
  154. ↑
  155. ↑
  156. ↑
  157. ↑
  158. ↑
  159. ↑
  160. ↑
  161. ↑
  162. ↑
  163. ↑
  164. ↑
  165. ↑
  166. ↑
  167. ↑
  168. ↑
  169. ↑
  170. ↑
  171. ↑
  172. ↑
  173. ↑
  174. ↑
  175. ↑
  176. ↑
  177. ↑
  178. ↑
  179. ↑
  180. ↑
  181. ↑
  182. ↑
  183. ↑
  184. ↑
  185. ↑
  186. ↑
  187. ↑
  188. ↑
  189. ↑
  190. ↑
  191. ↑
  192. ↑
  193. ↑
  194. ↑
  195. ↑
  196. ↑
  197. ↑
  198. ↑
  199. ↑
  200. ↑
  201. ↑
  202. ↑
  203. ↑
  204. ↑
  205. ↑
  206. ↑
  207. ↑
  208. ↑
  209. ↑
  210. ↑
  211. ↑
  212. ↑
  213. ↑
  214. ↑
  215. ↑
  216. ↑
  217. ↑
  218. ↑
  219. ↑
  220. ↑
  221. ↑
  222. ↑
  223. ↑
  224. ↑
  225. ↑
  226. ↑
  227. ↑
  228. ↑
  229. ↑
  230. ↑
  231. ↑
  232. ↑
  233. ↑
  234. ↑
  235. ↑
  236. ↑
  237. ↑
  238. ↑
  239. ↑
  240. ↑
  241. ↑
  242. ↑
  243. ↑
  244. ↑
  245. ↑
  246. ↑
  247. ↑
  248. ↑
  249. ↑
  250. ↑
  251. ↑
  252. ↑
  253. ↑
  254. ↑
  255. ↑
  256. ↑
  257. ↑
  258. ↑
  259. ↑
  260. ↑
  261. ↑
  262. ↑
  263. ↑
  264. ↑
  265. ↑
  266. ↑
  267. ↑
  268. ↑
  269. ↑
  270. ↑
  271. ↑
  272. ↑
  273. ↑
  274. ↑
  275. ↑
  276. ↑
  277. ↑
  278. ↑
  279. ↑
  280. ↑
  281. ↑
  282. ↑
  283. ↑
  284. ↑
  285. ↑
  286. ↑
  287. ↑
  288. ↑
  289. ↑
  290. ↑
  291. ↑
  292. ↑
  293. ↑
  294. ↑
  295. ↑
  296. ↑
  297. ↑
  298. ↑
  299. ↑
  300. ↑
  301. ↑
  302. ↑
  303. ↑

Artikel terkait

Artikel ini didasarkan pada artikel Wikipedia «Descendants of the Sun» dengan lisensi CC BY-SA 4.0. Daftar kontributor ada di riwayat suntingan. Kredit gambar tercantum di bawah setiap gambar.